PT PAR Arthala Prasada Integrated Fuel & Oil Filtration System

Menyiapkan solusi filtrasi...

Contamination Control

Memahami kontaminasi. Mengendalikan risikonya.

Air dan partikel yang tidak terlihat dapat mempercepat keausan. Filtrasi yang tepat membantu menjaga fluida pada tingkat kebersihan yang terukur.

Mengapa filtrasi dibutuhkan

Biosolar yang terlihat jernih belum tentu bersih.

Partikel mikroskopis dan air sering tidak terlihat oleh mata, tetapi dapat masuk sejak pengiriman, penyimpanan, maupun transfer ke unit.

Tanpa kontrol yang baik, kontaminan berpotensi menyumbat filter mesin, mempercepat keausan komponen, menurunkan efisiensi pembakaran, dan mengganggu kesiapan aset.

Fine particlesWater / moistureMicroorganismsResin / gum / sludgeWear metals
Ilustrasi tangki bahan bakar dengan endapan kontaminasi
Ilustrasi kontaminasiAir dan sedimen cenderung terakumulasi pada bagian bawah tangki.
Distribution chain

Kontaminasi dapat masuk pada setiap perpindahan.

Strategi terintegrasi menjaga kualitas dari sumber hingga inlet mesin diesel.

  1. 01Source / Depot
  2. 02Bulk Tank
  3. 03Truck / Vessel
  4. 04Local Tank
  5. 05Dispensing
  6. 06Diesel Engine Inlet
01

Air breathing

Ventilasi tangki membawa debu, kelembapan, dan partikel dari udara.

02

Condensation

Perubahan suhu membentuk air yang terakumulasi di dasar tangki.

03

Tank & piping

Karat, scale, dan residu terlepas dari tangki maupun jalur lama.

04

Transfer process

Selang, pompa, truck, dan vessel dapat menambahkan kontaminasi.

05

Rain ingress

Air masuk melalui vent, cap, atau bukaan yang tidak terlindungi.

06

Microorganisms

Bakteri dan jamur berkembang pada interface air, membentuk sludge dan asam.

ISO 4406

Kebersihan yang bisa dibandingkan.

Kode ISO membantu mengkomunikasikan jumlah partikel pada fluida. Angka yang lebih rendah menunjukkan tingkat kontaminasi partikel yang lebih rendah.

Contoh kondisi awal ±22 / 20 / 16

Tingkat partikel lebih tinggi

Multi-stage filtrationwater separation + particle removal
Target kebersihan 18 / 16 / 13

Fluida lebih bersih dan terkendali

Catatan: target aktual harus ditentukan berdasarkan spesifikasi mesin, kondisi fluida, dan kebutuhan operasi pelanggan.

ISO channel 1> 4 µm(c)Partikel sangat halus
ISO channel 2> 6 µm(c)Partikel halus
ISO channel 3> 14 µm(c)Partikel lebih besar
Water referencemaks. 400 PPMContoh target dalam materi teknis
Keausan lebih cepatInjector tersumbatTenaga turun & asap hitamKonsumsi bahan bakar naikDowntime & biaya meningkat
Integrated strategy

Receiving filtration dan fuel polishing bekerja sebagai satu sistem kontrol.

Receiving filtration

Menyaring bahan bakar sebelum kontaminan masuk ke bulk atau main tank.

Storage polishing

Sirkulasi berkala membantu mengendalikan air dan partikel yang terkumpul selama penyimpanan.

Point-of-use protection

Filtrasi pada dispensing atau inlet memberi lapisan perlindungan terakhir sebelum mesin.

Multi-stage process

Empat tahap menuju fluida yang lebih bersih.

01
IN

Inlet

Fluida masuk dengan campuran air dan partikel dari tangki atau jalur distribusi.

02
H₂O

Water Separation

Media dan konfigurasi sistem membantu memisahkan air dari bahan bakar.

03
µm

Particle Removal

Elemen filtrasi menangkap partikel sesuai tingkat mikron yang dipilih.

04
OUT

Clean Outlet

Fluida keluar dengan tingkat kebersihan yang lebih terkendali menuju aset.

Pertanyaan teknis

Hal yang sering ditanyakan.

Jawaban awal untuk membantu Anda memulai pembahasan kebutuhan filtrasi.

Tidak. Kapasitas alir, sumber kontaminasi, jenis fluida, ruang instalasi, dan target kebersihan perlu dipertimbangkan sebelum menentukan konfigurasi.

Mari mulai dari kondisi aktual Anda

Butuh sistem filtrasi yang tepat untuk operasi Anda?

Tim teknis kami siap membantu memetakan titik kritis, kapasitas, dan target kebersihan fluida.